Tuesday, April 9, 2019

Lempuyang satu tanaman obat yang terkenal di indonesia

Foto via Wikipedia



Lempuyang wangi merupakan salah satu tanaman rempah yang cukup populer. Lempuyang sering kali dimanfaatkan sebagai salah satu bahan utama dari pembuatan jamu obat yang diketahui dengan nama jamu cabe puyang. Kamu bisa menemukan jamu cabe puyang ini di penjual jamu tradisional yang berkeliling di sekitar perumahan atau di pasar tradisional.

lempuyang wangi mempunyai rasa getir atau pahit ringan dengan wewangian yang khas cenderung wangi. Untuk mengonsumsinya, kebanyakan orang akan merebus rimpangnya dengan air, lalu memfilternya. Untuk hasil lebih pekat, sebagian orang memilih memarut rimpang lempuyang ini kemudian memeras airnya. Parutan lempuyang juga dimanfaatkan untuk mengobati bagian tubuh yang sakit atau membutuhkan perawatan dengan sistem diparut.


Lempuyang wangi mempunyai nama ilmiah Zingiber aromaticum, Val. Berdasarkan balittro.litbang.pertanian.go.id, diketahui tiga macam lempuyang, yakni lempuyang wangi (Zingiber aromaticum), lempuyang emprit (Zingiber amaricans), dan lempuyang gajah (Zingiber zerumbet).  

Lempuyang emprit mempunyai bentuk rimpang dan tanaman yang lebih kecil, warna daging rimpang kuning dengan rasa pahit. Lempuyang gajah memiliki ukuran rimpang lebih besar, dan daging rimpang berwarna kuning. Lempuyang wangi mempunyai daging rimpang berwarna keputihan dan beraroma harum.

Tanaman lempuyang wangi, mengutip dari ung.ac.id, tingginya antara 1 sampai 1,5 meter, dan rimpangnya di bawah tanah. Batangnya semu berupa kumpulan pelepah daun yang berseling, di atas tanah, sebagian batang berkoloni, hijau. Rimpangnya merayap, berdaging, gemuk, aromatik.

Daunnya tunggal, berpelepah, duduk berseling. Pelepahnya menyusun batang semu, helaiannya dalam bentuk lanset sempit, pangkal runcing atau tumpul, ujung benar-benar runcing atau meruncing, berbulu di permukaan atas, mempunyai tulang daun.

Bunganya bersusun majemuk bulir, bentuk bulat telor, timbul di atas tanah, tegak, berbulu halus, dengan ujung runcing agak lebar, daun pelindung dengan ujung datar. Mahkota bunga berwarna kuning jelas, hijau gelap, atau putih, bibir bibiran bulat telor atau membulat, jingga atau kuning lemon. 

Buahnya berbentuk bulat telor terbalik, berwarna merah. Bijinya bulat memanjang.

Tersebar di Tempat Tropis

Lempuyang wangi juga diketahui dengan nama tempat lempuyang emprit dan lempuyang pahit (Jawa), dan lempuyang ruum (Sunda).

Tanaman suku Zingiberaceae ini tersebar luas di pelbagai negara tropis. Lempuyang wangi juga ditemukan di Hawaii, dengan nama awapuhi. Daun dan tangkainya dipakai untuk bumbu dalam memasak, juga dipakai sebagai obat rambut dan kondisioner untuk rambut.

Dr Ir H Muhammad Syakir MS, dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Bogor, meneliti tanaman ini berpotensi untuk dimaksimalkan sebagai salah satu pilihan tanaman pada usaha tani intercropping, memperhatikan vigoritas tanaman lempuyang wangi dengan toleransi yang cukup tinggi kepada jenis intensitas radiasi.  

Lempuyang banyak tumbuh di pelataran dan tumbuh tersebar di pelbagai kawasan Indonesia. Balittro mempunyai koleksi plasma nutfah lempuyang yang belum dikenal potensi, sifat-sifatnya, dan kandungan zat aktif sebagai bahan pemuliaan tanaman untuk menjadikan bahan  tanaman unggul sebagai sumber bahan baku obat. 
Ketika ini kesibukan penelitian dokumentasi dikerjakan di kebun koleksi plasma nutfah, kebun {tes} Cimanggu, Cicurug, Sukamulya, Gunung Putri, Manoko dan Laboratorium Database Bogor. Data koleksi yang telah terekam dalam metode database sebanyak 758 tipe dengan jumlah aksesi sebanyak 2664 aksesi.

Manfaat Herbal Lempuyang Wangi

Lempuyang wangi mempunyai kandungan minyak atsiri yang tertata dari a-kurkumen, bisabolen, zingiberen, kariofilen, seskuifelandren, zerumbon, limonen, kamfer.

Berdasarkan  Abdel Wahab dan regu peneliti Institut Riset Biosains Universitas Putra Malaysia, Serdang, Selangor, Malaysia, dalam penelitian berjudul "Kombinasi dari Zerumbon dan Cisplatin untuk Mengobati Servik Neoplasia Intraepithelial pada Perempuan", rimpang lempuyang wangi mengandung minyak atsiri, saponin, flavonoid, dan tanin. Kesemuanya adalah kandungan utama minyak atsiri sebagai antikanker dan antitumor.

Minyak esensial dari lempuyang  wangi, lempuyang gajah, dan lempuyang emprit, mempunyai kegiatan antibakteri, berdasarkan regu peneliti dari Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Jakarta II, seperti dikutip dari poltekkesjkt2.ac.id. Kegiatan itu sudah dinilai kepada kuman negatif tiga gram Pseudomonas sp., Escherichia coli, dan Salmonella thypii). In vitro kegiatan antibakteri dilaksanakan dengan cara difusi cakram dan cara dilusi.

Berdasarkan Sudarsono, D Gunawan, dan S Wahyuono, dalam buku Tumbuhan Obat II Hasil Penelitian, Sifat-sifat dan Penerapan Penerbit pusat Studi Obat Tradisional UGM, Yogyakarta, tahun 2002), rimpang tanaman ini acap kali dipakai untuk obat asma, mengurangi rasa nyeri, pembersih darah, menambah nafsu makan, pereda kejang, penyakit kuning, radang sendi, batuk rejan, kolera, anemia, malaria, penyakit {saraf}, nyeri perut, menyelesaikan penyakit yang disebabkan cacing, dan masuk angin .

0 Comments:

Post a Comment