Thursday, October 15, 2015

Panen Puluhan Juta dari Jambu Madu Deli

BANTUL (KRjogja.com) - Siapa sangka, jika tanaman buah dalam pot (tabulampot) ternyata bisa menghasilkan panen hingga puluhan juta. Jenis tanamannya yakni jambu madu deli. Varietas baru dari jambu air ini memang sedang ngetrend dan banyak dibudidayakan lantaran hasilnya menggiurkan.

Di Kabupaten Bantul, Bayu Ari Purnomosidi, menjadi satu-satunya pelaku budidaya jambu madu deli. Dengan menggunakan lahan seluas 6.000 m2 di Dusun Genengan Desa Jambidan Kecamatan Banguntapan, Bayu merawat sekitar 1.500 pohon jambu madu deli bersama ayah dan tujuh karyawannya sejak tahun 2013.

"Tanaman ini bisa menjadi solusi lahan sempit karena bisa ditanam di dalam pot. Masyarakat bisa memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam jambu madu deli," kata Bayu.

Jambu madu deli merupakan tanaman asli daerah Medan. Berbeda dengan jambu lain, jambu madu deli berukuran lebih besar, yakni mencapai sekepalan tangan orang dewasa. Rasanya juga manis, tidak ada biji, dengan tekstur daging lebih padat.

"Itulah kenapa jambu ini banyak disukai masyarakat," imbuhnya.

Diakui Bayu, perawatan pohon jambu madu deli sedikit rumit. Ia harus menyiram tanaman tersebut setiap hari agar tanahnya basah, diberi pupuk secara rutin, serta telaten membuang setiap bunga yang muncul di sela pucuk daun agar buahnya bisa tumbuh besar.

"Ketika buah muncul berukuran jempol orang dewasa, harus dibungkus plastik agar terhindar dari lalat buah dan ulat daun. Pohon yang dirawat baik tidak akan tumbuh tinggi," jelasnya.

Meski demikian, panen yang dihasilkan pohon jambu madu deli cukup mencengangkan. Setiap pohon, bisa berbuah 7-10 kg sekali panen dalam tempo tiga bulan.

"Harganya Rp 30.000 per kg. Dari 200 pohon yang berbuah, kami bisa mengantongi Rp 50 juta sekali panen," imbuh Bayu yang mengaku bisa memanen jambu madu deli hingga empat kali setiap tahun.

Hingga kini, potensi pasar untuk jambu madu deli masih sangat tinggi. Terbukti dengan banyaknya konsumen yang datang ke kebun buah milik Bayu hingga panennya selalu habis sebelum sempat dijual ke luar.

"Di sini, kami juga membangkan jambu air jenis super green, sekaligus membuat bibitnya," tandas Bayu. (Unt)

0 Comments:

Post a Comment